Mungkin Aku terlalu menyayangi semua yang ada pada dirimu Dan rasa itu membuat aku tak bisa jauh dari dirimu
Disatu sisi aku takut untuk meninggalkanmu Tapi aku merasa kamu tidak pernah bahagia bila bersamaku Mungkin aku akan sakit bila kamu khianati cintaku Tapi aku lebih sakit saat kamu bohong mencintaiku
Aku bukan wanita yang mengemis cintamu Tapi aku seorang wanita yang tak ingin terluka karena cinta palsu yang kamu berikan Dalam hatiku,aku ingin menjadi yang terbaik untukmu Aku ingin menjadi seseorang yang memberi warna dalam hidupmu
Aku akan mencoba untuk melepasmu walaupun berat untukku Tapi kenyataan takkan bisa untuk aku ubah Aku terlalu mencintaimu
ketika sepi terasa datang menghampiriku aku tak dapat berkata apa-apa ketika dunia ini bosan kau datang mengisi hari-hariku dengan warna-warni indah
ketika didunia ini gelap dan redup kau hadir meneranginya tapi kenapa kau harus pergi disaat aku sudah merasakan perasaan cinta ini
akankah aku harus meredam perasaan ini? ataukah tetap kusimpan dan kusiram didalam hati ini? oh cinta berikan aku jawaban yang pasti agar akutenang dalam penantian ini.
Di kegelapan malam ini aku duduk sendirian tanpa seorang teman. Aku menikmati semilir angin malam yang lembut, yang menghembuskan nafasnya pada aku hingga aku kedinginan dan hanyut dalam khayalan yang penuh dengan seribu persoalan.
Dinginnya malam ini aku rasakan hanya sementara waktu karena aku terus dibuai dalam lamunan yang mengasyikkan. Dan tiba-tiba lamunanku terhenti, bila wajahnya menjelma diruang mataku. Suatu wajah yang sekarang sangat aku sayang, yang sangat aku rindukan dan yang mengajariku arti cinta dan kasih sayang dalam kehidupan.
Wahai angin malam... sampaikan salam sayangku kepadanya, dan ceritakan kepadanya bahwa aku sangat menyayanginya, merindukannya dan mengharapkannya. Beritahu dia bahwa setiap helaian nafasnya adalah nafasku juga, setiap rintihan penderitaannya adalah penderitaanku jua dan setiap senyumnya adalah senyumku jua. Dan dari jauh aku sangat menginginkan dia hadir dihariku dengan sejuta senyuman.
Majas adalah Gaya bahasa dalam bentuk tulisan maupun lisan yang dipakai dalam suatu karangan yang bertujuan untuk mewakili perasaan dan pikiran si pengarang.
1) Majas Metafora : Gabungan dua hal yang berbeda yang dapat membentuk suatu pengertian baru. Contoh : Ratu malam, kambing hitam.
2) Majas Alegori : Majas perbandingan yang memperlihatkan suatu perbandingan yang utuh. Contoh : Tamu sebagai raja, pemilik sebagai dewa.
3) Majas Personifikasi : Majas yang melukiskan suatu benda dengan memberikan sifat – sifat manusia kepada benda, sehingga benda mati seolah-olah hidup. Contoh : Awan menari – nari di angkasa, baru saja berjalan 8 km mobilnya sudah batuk – batuk
4) Majas Perumpamaan ( Majas Asosiasi ) : Suatu perbandingan dua hal yang berbeda, namun dinyatakan sama. Contoh : Bagaikan harimau pulang kelaparan, seperti menyulam di kain yang lapuk
5) Majas Antilesis : Gaya bahasa yang membandingkan dua hal yang berlawanan. Contoh : Air susu dibalas air tuba
6) Majas Hiperbola : Suatu gaya bahasa yang bersifat melebih – lebihkan. Contoh : Ibu terkejut setengah mati, ketika mendengar anaknya kecelakaan
7) Majas Ironi : Gaya bahasa yang bersifat menyindir dengan halus. Contoh : Bagus sekali tulisanmu, sampai – sampai tidak bisa dibaca
8) Majas Litotes : Majas yang digunakan untuk mengecilkan kenyataan dengan tujuan untuk merendahkan hati. Contoh : Mampirlah ke gubuk saya ( Padahal rumahnya besar dan mewah )
9) Majas Sinisme : Majas yang menyatakan sindiran secara langsung. Contoh : Perilakumu membuatku kesal
10) Majas Oksimoron : Majas yang antarbagiannya menyatakan sesuatu yang bertentangan. Contoh : Cinta membuatnya bahagia, tetapi juga membuatnya menangis
11) Majas Metonimia : Majas yang memakai merek suatu barang. Contoh : Kami ke rumah nenek naik kijang
12) Majas Alusio : Majas yang mepergunakan peribahasa / kata – kata yang artinya diketahui umum. Contoh : Upacara ini mengingatkan aku pada proklamasi kemerdekaan tahun 1945
13) Majas Eufemisme : Majas yang menggunakan kata – kata / ungkapan halus / sopan. Contoh : Para tunakarya itu perlu diperhatikan
14) Majas Elipsis : Majas yang manghilangkan suatu unsure kalimat. Contoh : Kami ke rumah nenek ( penghilangan predikat pergi )
15) Majas Inversi : Majas yang dinyatakan oleh pangubahan suatu kalimat. Contoh : Aku dan dia telah bertemu > Telah bertemu, aku dan dia
16) Majas Pleonasme : Majas yang menggunakan kata – kata secara berlebihan dengan maksud untuk menegaskan arti suatu kata. Contoh : Mari naik ke atas agar dapat meliahat pemandangan
17) Majas Antiklimaks : Majas yang menyatakan sesuatu hal berturut – turut yang makin lama makin menurun. Contoh : Para bupati, para camat, dan para kepala desa
18) Majas Klimaks : Majas yang menyatakan beberapa hal berturut – turut yang makin lama makin mendebat. Contoh : Semua anak – anak, remaja, dewasa, orang tua dan kakek
19) Majas Retoris : Majas yang berupa kalimat tanya yang jawabanya sudah diketahui. Contoh : Siapakah yang tidak ingin hidup ?
20) Majas Aliterasi : Majas yang memanfaatkan kata – kata yang bunyi awalnya sama. Contoh : Inikah Indahnya Impian ?
21) Majas Antanaklasis : Majas yang mengandung ulangan kata yang sama dengan makna yang berbeda. Contoh : Ibu membawa buah tangan, yaitu buah apel merah
22) Majas Repetisi : Majas perulangan kata – kata sebagai penegasan. Contoh : Selamat tinggal pacarku, selamat tinggal kekasihku
23) Majas Paralelisme : Majas perulangan sebagaimana halnya repetisi, disusun dalam baris yang berbeda. Contoh : Hati ini biru Hati ini lagu Hati ini debu
24) Majas Kiasmus : Majas yang berisi perulangan dan sekaligus mengandung inverse. Contoh : Mereka yang kaya merasa miskin, dan yang miskin merasa kaya
25) Majas Simbolik : Majas perbandingan yang melukiskan sesuatu dengan membandingkan dengan benda – benda lain. Contoh : Dia menjadi lintah darat
26) Majas Antonomasia : Majas yang menyebutkan nama lain terhadap seseorang yang berdasarkan cirri / sifat menonjol yang dimilikinya. Contoh : Si pincang, Si
jangkung, Si kribo
27) Majas Tautologi : Majas yang melukiskan sesuatu dengan mempergunakan kata – kata yang sama artinya ( bersinonim ) untuk mempertegas arti. Contoh : Saya khawatir dan was – was dengannya
28) Majas Sinedoke : Majas yang menyebutkan nama bagian sebagai pengganti nama keseluruhannya atau sebaliknya. Majas Sinedoke dibagi menjadi 2 yaitu :
=> Pars pro toto : Majas yang menyebutkan sebagian, tetapi untuk benda itu secara keseluruhan. Contoh : Ayah membeli dua ekor kambing
=> Totem pro parte : Majas yang menyebutkan keseluruhan, tertapi hanya untuk sebagian saja. Contoh : Kaum wanita memperingati Hari Kartini